Gagas Unas Tanpa Pengawas

PATI - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menawarkan formula baru menyongsong ujian nasional (unas) 2013. Setelah memastikan unas tahun depan terdiri atas 20 variasi soal di setiap ruang ujian, Kemendikbud kini menggulirkan gagasan unas tanpa pengawas ruang ujian.

Selama ini pengawasan unas lumayan ribet. Bahkan melibatkan aparat TNI dan Polri. Menurut Mendikbud Mohammad Nuh, pengawasan yang ribet itu dampak dari tudingan bahwa unas penuh kecurangan. Karena itu, Nuh meminta supaya kejujuran ditegakkan.

"Jika sudah jujur, silahkan menjalankan unas tanpa pengawas ruang ujian. Ngawasinya dari jauh saja," kata Nuh saat mengunjungi pembangunan SMK Cordova Margomulyo, di Kabupaten Pati, Sabtu (22/9).

Mantan rektor ITS itu mengatakan, Kemendikbud sekarang menantang seluruh bupati atau wali kota untuk mendeklarikan unas jujur dan siap tanpa pengawasan. "Kalau ada kepala daerah atau kepala sekolah ragu ikut deklarasi, jangan-jangan ada apa-apa. Wong diajak jujur kok ragu," urai dia.

Jika tahun depan unas digelar tanpa pengawas ruang dan ternyata masih ada siswa yang belum jujur, Nuh yakin potensi curang makin tipis. "Jika setiap meja soalnya beda, apa mungkin saling contek," tutur dia.

Namun, Nuh menegaskan bahwa adanya 20 varian soal itu tidak berarti Kemendikbud bermaksud mempersulit peserta ujian. Soal unas yang bervariasi itu, Kemendikbud menyatakan sudah siap. Rencananya, mulai bulan depan masyarakat sudah bisa mendapatkan kisi-kisi soal Unas 2013. Kisi-kisi itu sekaligus menjadi dasar tim pembuat soal memproduksi bank soal.

Nuh menuturkan masih ada waktu untuk memupuk kejujuran siswa, guru, dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan unas. Kebetulan yang dikunjungi adalah sekolah berbasis warga NU (Nahdlatul Ulama), Nuh berharap warga nahdliyin bisa memelopori unas jujur. (wan/ari)

Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]